Level tegangan DC dari sinyal output
pada penyearah setengah gelombang kurang dari 50% dari sinyal inputnya
karena outputnya hanya separuh siklus dari sinyal inputnya. Level
tegangan DC ini bisa ditingkatkan hingga 100% dengan menggunakan
penyearah gelombang penuh. Rangkaian yang paling banyak digunakan
sebagai penyearah umumnya berbentuk rangkaian jembatan dioda seperti
ditunjukkan pada gambar 1.
Pada saat t = 0 hingga t = T/2, polaritas dari tegangan input, vi, ditunjukkan pada gambar 2.Dengan polaritas tegangan input seperti ditunjukkan pada gambar 2, membuat dioda D2 dan D3 menjadi “on” sedangkan dioda D1 dan D4
menjadi “off”. Dioda yang “on” diganti dengan short circuit sedangkan
dioda yang “off” diganti open circuit. Kita bisa lihat bagaimana arus
dapat mengalir melewati dioda D2 dan D3. Apabila keempat dioda pada rangkaian tersebut ideal (tidak ada drop tegangan pada saat “on”) maka tegangan input, vi, sama dengan tegangan output, vo (vo = vi).
Sedangkan pada saat siklus negatif, dioda D1 dan D4 menjadi “on” sedangkan dioda D2 dan D3 menjadi “off” seperti ditunjukkan pada gambar 3. Arus mengalir dalam rangkaian melewati dioda D2 dan D3. Hal penting yang perlu kita perhatikan pada gambar 3 adalah pada sinyal outputnya (vo). Pada saat tegangan input vi bernilai negatif ternyata tegangan output vo bernilai positifnya (vo = -vi) sehingga menghasilkan sinyal positif yang kedua pada outputnya.
Jadi, selama satu siklus penuh dari sinyal input vi,
hasil sinyal outputnya ditunjukkan pada gambar 4. Kita lihat pada
gambar 4 seakan-akan sinyal input yang bernilai negatif dibalik menjadi
bernilai positif di outputnya.
Karena area di atas sumbu horisontal
dari sinyal outputnya memiliki luas dua kali lipat sinyal output
penyearah setengah gelombang, maka level tegangan DC nya (tegangan
rata-rata) juga menjadi dua kali lipat
VDC = 2 × VDC setengah gelombang = 2(0.318 Vm)
VDC = 0.636Vm untuk penyearah gelombang penuh
Apabila kita menggunakan model dioda
yang tidak ideal, misal kita menggunakan dioda silikon, maka tegangan
output tidak akan sama dengan tegangan input karena tegangan inputnya
akan dipotong untuk membuat dioda “on” (VT, tegangan on).
Karena pada saat siklus positif dan siklus negatif terdapat dua buah
dioda yang “on”, dengan menggunakan hukum Kirchoff tegangan (KVL) pada
jalur yang dilalui arus seperti ditunjukkan pada gambar 5, diperoleh
persamaan
vi – VT – vo – VT = 0
vo = vi – 2VT
dan tegangan output maksimum adalah
Vomax = Vm – 2VT
Tegangan DC rata-rata dari outputnya apabila tegangan drop pada dioda diperhitungkan
VDC = 0.636(Vm – 2VT)
Penyearah Gelombang Penuh dengan Trafo Center-Tap (CT)
Rangkaian penyearah gelombang penuh yang
juga banyak digunakan ditunjukkan pada gambar 6. Penyearah gelombang
penuh tersebut hanya menggunakan dua dioda tetapi harus menggunakan
trafo center tap (CT). Keluaran dari trafo CT dimasukkan ke rangkaian
penyearah gelombang penuh yang terdiri dari dua buah dioda ini.
Pada saat tegangan input vi bernilai
positif dan diinputkan pada lilitan primer dari trafo, maka rangkaian
ekivalennya ditunjukkan pada gambar 7. Ada dua keluaran tegangan dari
trafo CT ini pada lilitan sekundernya. Kedua keluaran ini memiliki
bentuk gelombang yang sama apabila susunan polaritas dari kedua
tegangannya seperti ditunjukkan pada gambar 7. Pada saat siklus tegangan
positif, dioda D1 “on” dan dioda D2 “off”. Arus dapat mengalir melewati dioda D1. Sehingga tegangan output vo (atau tegangan pada resistor R) memiliki bentuk yang sama dengan tegangan inputnya.
Pada saat siklus tegangan negatif, kondisi rangkaian ditunjukkan pada gambar 8. Kali ini dioda D1 “off” dan dioda D2 “on”, arus masih bisa mengalir melewati dioda D2. Dan tegangan output, yaitu tegangan pada resistor R, bernilai positif sesuai dengan polaritas vo yang telah ditentukan. Jadi, rangkaian ini memiliki fungsi yang sama dengan rangkaian penyearah gelombang penuh pada gambar 1.
Sekilas, penyearah gelombang penuh
dengan trafo CT ini terlihat lebih ringkas karena hanya menggunakan dua
buah dioda. Tetapi untuk rangkaian dengan kebutuhan daya yang tinggi,
trafo CT tersedia dalam ukuran yang sangat besar dan harganya yang
mahal. Konsekuensinya, rangkaian penyearah dengan trafo CT ini lebih
umum digunakan untuk membuat power supply daya rendah (low power).
No comments:
Post a Comment